Silahkan Baca Selengkapnya Dibawah ini :


......
Beberapa hari setelah kejadian ini, mama mertuaku menelepon. Katanya beliau kangen dgn aku dan anakku, memintaku untuk tinggal di rumah mereka beberapa saat. Aku pun menyetujuinya. Setelah beberapa hari disana, mama mertuaku tiba-tiba menanyakan aku. Katanya aku jaga anak sendirian akan susah. Pekerjaanku nggak bisa membuatku ada di rumah dalam waktu yg lama. "Cici iparmu kan masih single, dia juga belum ada apa-apa yg harus dibiayai. Umur kalian juga cuma beda 2 tahun, dia juga sayang sama cucuku yg 1 ini. Kalau suatu hari mau menikah lagi, aku khawatir dia nggak suka anak ini. Nanti hidupnya jadi susah.

Cici iparku pernah menikah sekali. Tapi akhirnya bercerai karena

suaminya tdk bisa menerima cici iparku yg nggak bisa h4mill. Awalnya, aku menolak soal mengambil cici iparku jadi istriku. Di dalam hatiku masih ada kesedihan yg belum terselesaikan. Tapi karena alasan-alasan yg diberikan keluargaku, aku mulai berpikir. Kalau kupikir-pikir, kata-kata keluargaku nggak ada salahnya. Cici iparku orang yg baik-baik. Aku pun menyetujuinya. Cici iparku sangat sayang dgn anakku. Aku sendiri bisa beberapa kali melihat bayang-bayang istriku.

Di mal4m pertam4 setelah kami menik4h, aku nggak menyangka cici iparku akan berkata, "Kamu orangnya baik banget, jujur, tapi kamu jangan ragu ya buat ungkapin perasaan kamu. Kalau nggak, pernikahan kita susah bahagia." Dari pembicaraan kami semalaman itu, aku akhirnya tahu kalau kami disatukan karena uang kompensasi yg aku dapatkan itu. Memang benar aku sudah memakai uang itu untuk membayar cicilan rumah dan rumah itu sekarang sudah milikku. Tidak ada hubungannya dgn siapapun. Masalahnya kalau aku akhirnya menikah dgn orang lain, keluarga almarhum istrikubahkan jadi tdk mendapatkan kompensasi apapun. Cici iparku berkata kalau hari itu aku tdk memutuskan untuk menikahinya, mama mertuaku mungkin akan meminta sebagian dari uang itu. Mendengar hal itu, aku menangis. Perasaanku kacau. M4lam itu, aku hanya bisa menangis di pelukan cici iparku. 

sumber:
http://www.bacabaca.net/2016/11/setelah-istri-meninggal-mertua-meminta.html
http://www.saling-berbagi.com/2016/11/setelah-istri-meninggal-mertuanya.html

Previous
Next Post »