Duhai Ibu, Jangan Sia-siakan Ijazahmu

IKLAN
IKLAN
https://tolongsebarkanlah.blogspot.com/

tolong sebarkan - Sahabat Ummi, menjadi seorang ibu membutuhkan tanggung jawab yang sangat besar. Kampung akhirat seorang ibu dipertaruhkan lewat caranya mendidik dan membesarkan anak-anaknya. Bagi seorang ibu, anak-anak hendaklah menjadi prioritas utamanya, terlebih lagi karena saat ini kita hidup di zaman dimana akhlak dan moral mudah tergerus oleh sebab lemahnya iman. 

Setiap ibu tentu mempunyai pilihan hidup masing-masing. Ada yang harus bekerja di luar rumah karena alasan yang syar'i, dan ada pula yang mengabdikan dirinya di rumah. 

Ibu bekerja -atau yang populer disebut working mom- harus punya energi ekstra dalam memikul tanggung jawab pekerjaan dan urusan rumah tangganya. Islam memang tidak mengharamkan seorang wanita untuk bekerja bila masih dalam batasan syar'i. 

Hal ini tentunya demi memuliakan harkat dan martabat serta menjaga kehormatan wanita itu sendiri.   

Tak sedikit ibu bekerja yang ilmunya sangat bermanfaat bagi orang lain dan lingkungannya. Beberapa bahkan berprestasi dan memperoleh apresiasi serta penghargaan dari masyarakat maupun instansi tempatnya bekerja. 

Namun, tak peduli setinggi apapun jabatannya dan sesibuk apapun ia, seorang ibu bekerja tetaplah seorang ibu yang memiliki tugas dan tanggung jawab selayaknya ibu. Ketika selangkah ia pulang ke rumah, segala atribut dan jabatan pekerjaannya harus ia letakkan di depan pintu demi tanggung jawabnya kepada keluarganya. Dan tentu saja ia pun layak dimuliakan jika ia pandai dalam mengatur dan menginvestasikan waktunya.   

Lalu bagaimana dengan ibu rumah tangga? Tak jarang dijumpai ibu rumah tangga dengan latar belakang pendidikan yang tidak bisa dipandang sebelah mata. Sahabat Ummi, jika engkau salah satunya maka janganlah berkecil hati. Jangan merasa minder jika saat ini engkau diam di rumah dan menyandang status sebagai ibu rumah tangga. 

Boleh jadi orang lain memandang remeh dirimu karena seakan-akan ilmu dan ijazah yang susah payah kau dapatkan hanya tersimpan rapi di laci lemari dan menguap bersama asap dapur. 

Percayalah, ilmu yang mengantarkanmu memperoleh secarik ijazah itu masih sangat bermanfaat walau dalam skala rumah tangga. Cobalah engkau pandang makhluk-mahkluk mungil yang Allah Azza wa Jalla amanahkan kepadamu. Mereka ibarat tanah liat yang siap engkau bentuk sesuai fitrahnya. Di masa-masa awal kehidupannya, anak-anak sangat membutuhkan ibunya mulai dari air susu hingga pengasuhannya. 

Pendidikan agama dan ilmu pengetahuan serta pembentukan karakter dan akhlak secara dasar diperoleh anak-anak dari ibunya. Peran dan tanggung jawab seorang ibu demikian besar karena ibu adalah madrasah pertama bagi anak-anaknya. 

Diperlukan ilmu yang cukup untuk menjawab pertanyaan anak seputar agama, misalnya siapakah Allah, di mana Allah berada, siapakah Nabi Muhammad, mengapa kita harus salat, mengapa kita harus berpuasa dan seterusnya. Diperlukan ilmu yang mumpuni untuk menjawab pertanyaan anak seputar ilmu pengetahuan dan sosial misalnya mengapa mulut buaya menganga ketika berada di darat, mengapa ulat bisa berubah menjadi kupu-kupu, mengapa lampu bisa menyala, benda apakah itu yang terasa bedetak di dalam dada, mengapa kita harus mengantri, dan seterusnya. 

Dan ada kalanya anak-anak melontarkan pertanyaan yang jawabannya tidak diperoleh dari buku-buku pelajaran di kelas-kelas sekolah yang pernah kita enyam, namun didapat dari pengalaman jatuh bangun hidup kita sehari-hari. 

Wahai Sahabat Ummi, jika engkau menganggap ibu rumah tangga adalah pekerjaan yang sepele dan remeh temeh, maka ketahuilah bahwa ada orang yang rela membayar mahal seorang pekerja yang mau melakukan semua pekerjaannmu. Padahal semua yang engkau lakukan untuk keluargamu tak akan bisa digantikan dengan harta sebesar gunung. Bahkan satu desahanmu saat kesakitan melahirkan anak-anakmu pun tidak akan sanggup dibayar oleh apapun di dunia ini.   

Percayalah tidak ada yang sia-sia dengan menjadi ibu rumah tangga. Tiap jengkal langkahmu di dalam rumah in syaa Allah akan bernilai pahala. Tiap tetes air mata dan keringat yang jatuh akan ditimbang. 

Jari jemarimu yang lembut mengurus suami dan anak- anak kelak akan bersaksi untukmu. 

Jadi bersemangatlah dan jalani dengan ikhlas. Jadikan rumahmu sebagai ladang pahala untukmu. 

Wahai ibu siapapun engkau dan di manapun engkau berada, jadilah seorang ibu yang di telapak kakinya layak dibentangkan pintu surga.[ummi-online/tolong sebarkan]

Wallahu ta'ala a’lam bish-shawaab.

BACA JUGA :

IKLAN
loading...
loading...