Bukannya Jadi Penengah, Indonesia Malah Diancam Iran Agar Tidak Ikut Campur Urusannya Dengan Saudi

IKLAN
IKLAN
https://tolongsebarkanlah.blogspot.com/
Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengutus Mentri Luar Negeri Retno Marsudi untuk mendamaikan konflik antara Arab Saudi dan Iran.

Hal itu dibenarkan oleh Retno yang mengatakan bahwa dirinya akan diutus oleh Presiden Joko Widodo untuk bertemu dengan Raja Arab Saudi dan Presiden Iran. “Untuk membawa surat presiden yang ditujukan kepada mereka,” kata Retno saat ditemui di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, pada Sabtu 9 Januari 2016, seperti dilansir Tempo.

Lantas, apa hasilnya? Sangat jauh dari yang diharapkan. Usai melobi Saudi dan Iran, Menteri Retno menyatakan bahwa mendamaikan keduanya bukan perkara mudah. Bahkan Pemerintah pun hingga saat ini belum menemukan langkah konkret yang akan dilakukan untuk mendamaikan kedua pemimpin negara di kawasan Timur Tengah tersebut.

“Isu ini tidaklah semudah seperti yang diperkirakan, keadaan komplikasinya sangat banyak. Jadi, (langkah) konkretnya nanti kita lihat dari pembicaraan-pembicaraan yang akan terus kami lakukan,” kata Retno, seperti diberitakan Beritasatu.

Nah, selain temukan kesulitan untuk mendamaikan Arab-Iran, rupanya Negara Iran memberikan ancaman kepada beberapa negara, termasuk Indonesia.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Hossein Jaber-Ansari memperingatkan, pihaknya meminta Indonesia dan sejumlah negara Islam lainnya tidak ikut terlibat dalam “perang kedutaan” yang dilancarkan Arab Saudi.

“Beberapa negara Islam seperti Indonesia, Turki, dan Pakistan sebaiknya tidak memasuki “perang kedutaan” dengan Iran,” kata Ansari dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir kantor berita ‘plat merah’ Iran, IRNA pada Minggu (10/1).

“Perang kedutaan” yang dimaksud Ansari adalah kebijakan Saudi yang memutus hubungan dengan Iran, dan menempatkan tekanan pada negara-negara lain untuk melakukan hal yang sama. (ts/jurnalpatrolinews)
IKLAN
loading...
loading...