Bolehkah Seorang Muslim Menjamu Orang Kafir?

IKLAN
IKLAN
http://tolongsebarkanlah.blogspot.co.id/

kadang kala di dalam lingkungan tempat tinggal kita, juga terdapat orang-orang kafir atau non muslim yang menjadi tetangga kita. Ketika di rumah, , kita sedang mengadakan acara jamuan makan, bila ternyata tetangga kita adalah seorang non-muslim, tidak ada salahnya jika kita pun turut mengundangnya, sebagai bentuk rasa kepedulian kita sebagai orang mukmin yang taat kepada Allah dan Rasul-Nya.

Tersebutlah kisah semasa hidupnya Nabi Ibrahim adalah seorang nabi yang memiliki kebiasaan yang mulia yaitu sering menjamu tamu-tamunya ketika berkunjung ke rumahnya. Suatu hari, Nabi Ibrahim hendak menjamu seorang lelaki yang sudah tua renta. Namun sayang, niat Nabi Ibrahim itu tiba-tiba dibatalkan setelah beliau mengetahui bahwa orang tua itu ternyata bukanlah seorang muslim. Ia seorang kafir.

Allah SWT lalu mencela sikap Nabi Ibrahim tersebut. Allah berfirman; “Hai Ibrahim, Aku memberinya rejeki sepanjang umurnya, walaupun ia kafir. Adapun engkau, hanya untuk makan sekali saja telah berbuat seperti itu kepadanya.” Nabi Ibrahim pun menyadari kesalahannya, lalu ia segera mengejar orang tua kafir itu dan mengajak lelaki tua itu ke tempat penjamuan makan di rumahnya.
Lelaki tua itupun menjawab, “Tuhan yang mencela Nabi-Nya karena orang kafir maka Dialah Tuhan yang lebih berhak untuk disembah’. Akhirnya lelaki tua itu menyatakan keIslamannya kepada Allah SWT dan menjadi seorang muslim.

Kisah yang diambil dari Al Qur’an ini, membuktikan betapa Islam begitu indah dan mulianya dianugerahkan Allah kepada kita. Allah SWT memiliki nama indah Ar-Rahman yaitu Maha Pengasih. Allah memberikan belas kasih dan kenikmatan bagi semua mahluk-Nya di dunia tanpa membeda-bedakan. 
Apakah ia seorang muslim atau ia seorang yang bukan muslim. Namun kasih sayang Allah senantiasa tercurahkan bagi semua mahluk-Nya di muka bumi. Maha benar Allah dengan segala firman-Nya. Subhannallah…

Foto ilustrasi: google

[ummi-online]
IKLAN
loading...
loading...