Bantu Share Yuk Sahabat Muslim, Inilah Rahasia Menalklukan Setan, Jin, Iblis !!

IKLAN
IKLAN

https://tolongsebarkanlah.blogspot.com/

tolong sebarkanlah - Kemenangan yg telah di depan mata, sebahagian pasukan Rasulullah SAW lengah. Di antara mereka ada yg telah menghimpun harta rampasan perang. Sekian Banyak orang pasukan pemanah juga tergoda menonton rekan-rekannya menyatukan harta rampasan yg melimpah. 

Mereka hasilnya meninggalkan posnya, dulu bergabung bersama pasukan lain yg sedang menghimpun harta rampasan.
Menyaksikan keadaan ini, tiba-tiba saja Kholid Badan Intelijen Negara Walid Ra, yg waktu itu tetap kafir berbalik menyerang. Bukit, hunian yg ialah posisi srategis sukses dikuasainya. Pasukan kaum Muslimin serta kocar-kacir. orang-orang sohib bahkan melarikan diri dari medan pertempuran. Sebahagian yg yang lain gugur. Rasulullah SAW sendirinya terluka & gigi gerahamnya copot. Histori tragis ini menimpa kaum Muslimin terhadap perang uhud. Perang yg hampir merenggut nyawa nabi.

Kisah ini ditulis panjang lebar dalam surat Ali-Imran. Khususnya terkait mundurnya orang-orang rekan dari medan perang uhud, tidak dengan udzur syar’i.

RAHASIA Berhasil SETAN

Dalam surat yg sama, Allah menuturkan faktor-faktor yg menciptakan mereka ladi dari pertempuran. Allah berfirman :

“Sesungguhnya beberapa orang yg berpaling di antaramu terhadap hri berjumpa dua pasukan itu, cuma saja mereka digelincirkan oleh setan, disebabkan sebahagian kesalahan yg sudah mereka melakukan (di periode lampau) & sesungguhnya Allah sudah berikan maaf pada mereka. Sesungguhny Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyantun.” (Ali-Imron [3] : 155). 


Ya, setan jadi biang kerok dari histori itu. Serangan tipu dayanya sanggup menyerang siapa saja. Manusia-manusia paling baik sekelas rekan bahkan pernah terjebak dalam irama yg dimainkan setan. hal tersebut membuktikan bahwa benar-benar setan tidak pandang bulu dalam menggoda manusia.

Pertanyaan gede yg layak kita tadabburi yakni, kenapa setan sukses memperdayai para sahabat-sahabat mulia itu?


AKIBAT MENYELISIHI RASUL

Setan memang lah amat lihai dalm menggoda manusia. Tetapi sebenarnya ada factor lain yg tidak kalah utama yg memuluskan mewujudnya yang diimpikan & misi setan. Dalam tafsir Qurtubi disebutkan para rekan lari dari medan pertempuran sebab melalaikan perintah Rasulullah SAW. Rasul sudah memerintahkan mereka supaya masih berada diatas bukit hunian, apapun yg berjalan. Namun pasukan pemanah itu tak mengindahkan perintah itu.

Seperti itulah tindakan dosa. Sekecil apapun setan tentu bakal senantiasa memanfaatkannya, buat menjerat manusai, seandainya tak langsung ditutup bersama taubat, sehingga dapat lahir darinya dosa-dosa yg lain yg lebih dahsyat. Para ulama salaf tidak jarang berbicara “Hukuman perdana atas dosa yg sempat kita lakukan(jikalau tak cepat bertaubat) merupakan bakal lahir dari dosa itu, dosa-dosa lainnya.”

Silahkan kita koreksi diri kita, berapa larangan Allah & Rasulnya yg sudah kita langgar. Terang sekali pelanggaran yg kita melakukan diwaktu ini jauh lebih gede & lebih tidak sedikit dari apa yg sudah dilakukan para sohib di perang uhud.
Tetapi kenapa kita terus slow tidak berjalan apa-apa padahal, akibat dari berjalan perang itu, telah berseliweran di depan mata kita. Kehinaan & keterpurukan kian mengakrabi umat ini,pasti bukan utk diratapi dulu pasrah kepada kondisi. Kita mengingatnya sbg wujud evaluasi biar serta-merta bangkit dari keterpurukan itu. 

Opini SIKAP IBLIS
Ada satu buah histori menarik yg mesti kita ingat. Merupakan diwaktu iblis menyebut histori pernyataannya sikapnya, sekian banyak waktu sebelum dilempar ke bumi. Allah SWT dalam ayatnya ”Iblis menjawab, ‘ Dikarenakan engkau sudah menghukum aku tersesat, (aku memang lah dapat menghalangi mereka dari jalan Engkau yg lurus. Seterusnya aku bakal mendatangi terhadap mereka dari muka & dari belakang & kanan kiri mereka. & Engkau tak bakal meraih biasanya mereka bersyukur (tunduk).” (Al-A’raf [7] : 16-17).

Inilah misi penting setan yg acap kali dilalaikan manusia. Setan amat sangat lihai dalam memoles dosa & maksiat, maka kelihatan seperti indah & saarat kebaikan. Kemunkaran dijadikannya indah dalam pandangan manusia. Karenanya Allah memperingatkan & melarang keras tiap-tiap manusia mengikuti langkah & seruannya. Allah berfirman ”Dan jangan anda mengikuti langkah-langkah setan, lantaran sesungguhnya setan itu yaitu musuh yg nyata bagimu.” (Al-Baqarah [2] : 168).

Bila telah dinamakan musuh, sehingga tiada kebaikan di balik tawaran. Tidak Cuma kemunkaran secawan madu, sehingga tak mustahil di dalamnya yaitu racun. Terlebih apabila yg menyatakan musuh merupakan Allah, sang pencipta segala mahluk.
Setan masih dapat jadi ancaman paling berbahaya bagi manusia sepanjang musim. Wajar apabila perintah biar waspada pada setan & konco-konconya senantiasa diulang-ulang dalam Al-Qur’an. Tujuannya tidak lain biar kita terperosok dalam lubang yg sama. 


SENJATA MELAWAN SETAN
Namun kedigdayaan setan tak menciptakan kita menyerah, terlebih ada info dari Allah yg menawari secercah cita-cita & optimisme. Allah berfirman “Sesungguhnya tipu daya setan amat lemah.” (An-Nisa [4] : 76)
Tipu daya setan itu lemah. Tetapi tak pula merta tiap-tiap manusia tentu mampu merasakan lemahnya tipu daya tersebut. Dalam dialognya dgn Allah, setan menyingkapi spek hambanya tidak dapat digoda & dirayu. Dalam Al-Qur’an Allah berfirman, “Iblis, menjawab : Demi kekuasaan Engkau, saya bakal menyesatkan mereka semuanya, kecuali Hamba-hamba-Mu yg mukhlis di antara mereka.” (Shad [38] : 82-83).

Dari ayat di atas, jelaslah bahwa cuma keikhlasanlah yg dapat menghadang godaan tiap-tiap setan. Keikhlasan dalam arti menjalankan segala kegiatan ibadah murni lantaran Allah. Tak ada unsur riya, mencari popularitas, status & yang lain yg menumpangi niat dalam ibadah.

Sebaliknya, apabila amalan-amalan kebaikan itu dilakukan lantaran ditumpangi oleh unsur-unsur, sehingga dapat dijamin orang yg melakukannya dapat jadi umpan setan.

Utk mendapatkan keikhlasan benar-benar tak gampang. Dia yaitu karunia yg Allah memberi terhadap hamba-hambanya yg sungguh-sungguh. Ikhlas bakal didapat lewat RIDHAH (latihan) yg mesti dilakukan tetap menerus. Shalat ialah satu mediator utamanya. & muhasabah berkesinambungan yg dapat merawat keikhlasan itu. Kalau kita merujuk pada sirah salafusshalih, sehingga seperti itulah yg mereka jalankan. Terhadap tengah malam hri dirinya sebagaimana seperti rahib. Mereka habiskan sebahagian tengah malam nya buat memunajat pada Allah, tafakkur & muhasabah.
Seandainya satu orang hamba sukses mendapati ikhlas, sehingga automatic beliau bakal terkondisikan selalu untuk mengingat Allah. Nilai-nilai ketakwaan selalu menyertainya di mana juga dirinya berada. Tiap-tiap kali setan membisikinya bersama dosa, dirinya serta-merta mengingatnya & memohon perlindungan kepadanya. 

Taufik & perlindungan dari Allah inilah yg menjadikannya kokoh & senantiasa berhasil dalam menaklukan tipu daya setan itu.  

Mudah-mudahan kita termasuk juga dalam golongan beberapa orang yg ikhlas. Aaminn...
IKLAN
loading...
loading...