Astaghfirullah, Karena Satu Keburukan Ini, Bisa Menghapus Amal 70 Tahun

https://tolongsebarkanlah.blogspot.com/

tolong sebarkanlah - Hidup itu sementara. Tetapi wajib dimanfaatkan utk mencari sebanyak-banyaknya aset buat menghadapi akhirat yg selamanya. Karenanya, menggandakan sembari membenahi nilai amal shaleh amatlah mutlak buat dikerjakan di sepanjang jenak kehidupan.
 
Lebih-lebih selepas mati, cuma tiga amal yg bermanfaat buat satu orang; ilmu yg berguna, sedekah jariyah, juga doa anak yg shaleh bagi ke-2 orang tuanya. Ke3 amalan inilah yg wajib selalu diproduksi sepanjang hri agar kelak kami bisa memanennya di Hri Kiamat.

Sehingga manfaatkanlah umur yg sebentar dgn beraneka ragam proyek menuntut ilmu pun menyebarkannya pada beberapa orang yg kami cintai sertamasyarakat lebih kurang. Ikhlaslah dalam mengupayakannya. &, wakafkan diri sepanjang hayat dikandung tubuh buat mengamalkannya.
 
Lantaran satu ilmu yg dipraktekkan bersama sempurna di sepanjang kehidupan menjadi jadi amalan unggulan, adalah tambah baik dari jutaan teori yg justru membikin pemiliknya konsisten jauh pula ingkar kepada Allah Ta’ala.

Bila berilmu, menjadi kami akan mengenal disaat juga amalan apa yg paling cocok. Contohnya; sebelum hingga Subuh dipakai bersama dzikir, tilawah, pula perbanyak istighfar. Seusai Subuh, dilanjutkan bersama dzikir pagi pula keutamaan yang lain.

Siang hri, di sela-sela kerja, yang merupakan salah satu wujud rehat yg paling keren; menjadi dia bergegas mendirikan Dhuha, selanjutnya laksanakan tidur siang sesaat sebelum Dhuhur yang merupakan salah satu sunnah Nabi, juga setelah itu.

Seluruhnya itu, cuma bakal dilakukan oleh mereka yg berilmu. Maka, ga ada musim yg sia-sia. Bagi orang yg berilmu, tiap-tiap jenak ialah peluang buat perbanyak amal shaleh guna menghimpun modal kehidupan di akhirat nanti.

Yg layak dicatat, ada amalan-amalan penghapus pahala. Seandainya amalan ini dikerjakan di akhir hayat, menjadi amalan dgn tinggi gunung alias jumlahnya air di samudera, mampu habis dikarenakan satu amalan itu. Contohnya, sama seperti disebutkan oleh Rasulullah dalam salah satu sabdanya yg berstatus Hasan Gharib ini :

Sungguh, ada orang yg melaksanakan kebaikan selama tujuh puluh th, tapi dia berwasiat pula zhaim dalam wasiatnya, dulu menutup usianya bersama kejelekan amalnya menjadi dirinya dimasukkan ke dalam neraka. Pun sungguh, ada orang yg laksanakan keburukan sewaktu tujuh puluh th, dulu dia adil dalam wasiatnya, pula menutup usianya dgn kebaikan amalnya, menjadi beliau dimasukkan ke dalam surga.(Hr. Imam Ahmad Badan Intelijen Negara Hanbal dari Abu Hurairah)

Hendaklah berhati-hati pun wasapada; jangan sampai mogok beramal bersama ikhlas hingga ajal menjemput. Mudah-mudahan Allah Ta’ala melindungi kami dari akhir yg tidak baik, pun menjadikan kami akhir yg baik dalam kehidupan. Aamiin.

Sumber : Kisah Hikmah
Previous
Next Post »