TERHARU! Hati Anda Pasti akan Tergugah Membaca Kisah Makhluk Ini

IKLAN
IKLAN




Apakah anda sedang mengalami kesulitan hidup? Kesulitan mencari kebutuhan keluarga? Kesulitan mencari materi? Kesulitan dalam berbagai hal? Bila iya, maka cobalah berhenti sejenak dalam berbagai aktivitas. Instropeksi pada diri anda sendiri. Jika tidak berhasil, coba anda lihat dan pikirkan seta bandingkan antara burung, cacing, dan anda.

Tahukah anda? burung tiap pagi keluar dari sarangnya untuk mencari makan. Tidak terbayang sebelumnya kemana dan dimana ia harus mencari makanan yang diperlukan.

Karena itu kadangkala sore hari ia pulang dengan perut kenyang dan bisa membawa makanan buat keluarganya, tapi kadang makanan itu cuma cukup buat keluarganya, sementara ia harus "puasa".
Bahkan seringkali ia pulang tanpa membawa apa-apa buat keluarganya sehingga ia dan keluarganya harus "berpuasa". Meskipun burung lebih sering mengalami kekurangan makanan karena tidak punya "kantor" yang tetap, apalagi setelah lahannya banyak yang diserobot manusia, namun yang jelas kita tidak pernah melihat ada burung yang berusaha untuk bunuh diri. Kita tidak pernah melihat ada burung yang tiba-tiba menukik membenturkan kepalanya ke batu cadas. Kita tidak pernah melihat ada burung yang tiba-tiba menenggelamkan diri ke sungai. Kita tidak pernah melihat ada burung yang memilih meminum racun untuk mengakhiri penderitaannya. Kita lihat burung tetap optimis akan makanan yang dijanjikan Allah. Kita lihat, walaupun kelaparan, tiap pagi ia tetap berkicau dengan merdunya. Tampaknya burung menyadari benar bahwa demikianlah hidup, suatu waktu berada diatas dan dilain waktu terhempas ke bawah. Suatu waktu kelebihan dan di lain waktu kekurangan. Suatu waktu kekenyangan dan dilain waktu kelaparan.

Sekarang mari lihat hewan yang lebih lemah dari burung, yaitu cacing. Kalau anda perhatikan, binatang ini seolah-olah tidak mempunyai sarana yang layak untuk survive atau bertahan hidup. Ia tidak mempunyai kaki, tangan, tanduk atau bahkan mungkin ia juga tidak mempunyai mata dan telinga. Tetapi ia adalah makhluk hidup juga dan, sama dengan makhluk hidup lainnya, ia mempunyai perut yang apabila tidak diisi maka ia akan mati.Tapi anda lihat,dengan segala keterbatasannya, cacing tidak pernah putus asa dan frustasi untuk mencari makan. Tidak pernah anda menyaksikan cacing yang membentur-benturkan kepalanya ke batu.

Sekarang kita lihat manusia. Kalau manusia dibandingkan dengan burung atau cacing, maka sarana yang dimiliki manusia untuk mencari nafkah jauh lebih canggih. Tetapi kenapa manusia yang dibekali banyak kelebihan ini seringkali kalah dari burung atau cacing ? Mengapa manusia banyak yang putus asa lalu bunuh diri menghadapi kesulitan yang dihadapi? Padahal rasa-rasanya belum pernah kita lihat cacing yang berusaha bunuh diri karena putus asa. Tentu kita perlu banyak belajar banyak dari burung dan cacing.

Tidak mengapa bahwa burung dan cacing hanyalah hewan. Tapi perlu anda ingat bahwa hewan juga termasuk ciptaan Allah swt. Ciptaan yang sengaja diciptakan untuk memberi manfaat kepada makhluk yang lain. Terutama manusia, sehingga ia bisa berfikir dan mengambil setiap hikmah yang ada. Semoga anda adalah salah satunya.

Salam Bangkit!
IKLAN
loading...
loading...