Ini 8 Tips Super! Kiat Menjadi Istri Penyabar.. Anda Wajib Mencoba!

IKLAN
IKLAN

MOHON DISEBARKAN -

Sabar, kata yang mudah dan ringan untuk disebut. Ia menjadi dambaan setiap orang, bukan hanya umat muslim saja, tetapi umat non-muslimpun juga berlomba-lomba memiliki jiwa penyabar. Tapi perlu diketahui, tidak semua orang bisa mendapatkannya, karena manusia itu punya sisi-sisi egois yang bisa muncul setiap saat.

Apalagi ketika sudah menjadi istri, akan ada banyak sekali ujian, cobaan, maupun permasalahan dalam mahligai rumah tangga yang telah dibina. Sehingga agar keadaan rumah tangga dan hubungan dengan suami baik-baik saja dibutuhkan kesabaran dalam setiap

Firman Allah: "Ketahuilah, hanya dengan mengingat Allah (zikrullah) hati menjadi tenang".Q-S Ar-Ra'd ayat 28. Tentu saja jika ingin mendapatkan ketenangan harus memiliki jiwa sabar dan mengingat  Allah. Dengan mengingat Allah jiwa hati juga menjadi teduh. Tidak perlu dengan melakukan hal yang susah payah, hanya kembali kepada-Nya jiwa ini menjadi teduh. Walaupun memang, kadang diri ini perlu diingatkan kembali bahwa kepada-Nya tempat kita kembali, maka dengan kiat-kiat berikut tetapkanlah hati untuk tetap mengingat Allah, bahwa Allah Azza Wa Jalla tempat kita kembali dalam qolbu suka cita maupun duka lara dan kepada-Nya tempat memohon pertolongan.

Berikut 8 Tips agar dapat memiliki jiwa penyabar dalam segala keadaan:

1. Fokus kepada tujuan yang ingin dicapai
Dengan memfokuskan tujuan awal hingga ke tujuan akhir yang ingin dicapai dapat menjadi motivasi agar kita tetap pada jalur yang tepat, sehingga keinginan untuk bergerak mundur atau pun kesamping akan mudah untuk dihindari, karena akan membuang waktu percuma. Meskipun dalam prosesnya ada cobaan maupun arang melintang, percayalah jika tetap fokus pada tujuan akhir, insya Allah proses beratpun akan mudah dilalui.

2. Biasakan mencatat dan menulis
Menulis menjadi cara terbaik untuk mencatat progres dan tujuan serta tujuan akhir yang ingin dicapai. Menulis itu kegiatan yang mudah dan mempunyai banyak manfaat. Menulis bisa menjadi terapi diri, biasakan mencatat apa-apa yang menjadi proses dalam mencapai tujuan. Pencatatan bisa dalam bentuk penulisan jurnal, diary ataupun note biasa. Hal ini bisa menjadi terapi kesabaran, sehingga seseorang mengetahui sejauh mana proses tersebut bisa dicapai.

3. Berpikir positif
Mendorong kepada cara berpikir positif memberikan hasil positif kepada diri kita. Berpikir positif memberikan aura baik kepada sikap dan perilaku kita. Dengan kita memiliki pikiran positif pada diri sendiri, orang lain dan keadaan sekitar. Hal inijuga memberikan pengaruh kepada baik dalam dunia kerja maupun pergaulan ataupun lingkungan sekitar, sehingga orang lain akan senang dan nyaman berada di sekitar kita.
Selain itu, pemikiran positif memberikan kebaikan  dalam menggapai harapan yang diinginkan ketika dihadapkan dalam suatu persoalan. Misalkan dalam kehidupan berumah tangga: suami dalam kondisi letih dan pulang kerja jam malam, seharusnya sebagai istri menawari mandi dengan air hangat ataupun minuman hangat yang menambah ketenangan hati suami.

5. Biasakanlah untuk istirahat
Beristirahat melepas penat bukanlah suatu kekalahan maupun kesalahan fatal, banyak diantara orang yang merasa bersalah jika waktunya terbuang dengan beristirahat. Justru sebaliknya jika tubuh diistirahatkan dan ditidurkan dalam waktu yang cukup akan menghasilkan tenaga, serta pikiran yang menjadi lebih cerdas dan segar.
Banyak diantara kita, seorang pekerja, ibu rumah tangga ataupun para pelajar merasa tidak perlu istirahat cukup ketika mengerjakan tugas  ataupun pekerjaan. Justru disinilah kondisi tubuh menjadi menurun, sehingga seseorang tidak mampu berfikir optimal.
Maka sempatkanlah tubuh dan pikiran istirahat dengan waktuyang memadai dan cukup untuk kondisi tubuh.

6. Hindari perilaku yang membosankan
Keadaan dan rasa tidak sabar biasanya muncul ketika peilaku membosankan sedang dialami seseorang dalam kondisi banyak diam ketika menunggu sesuatu, misalnya ketika menunggu antrian panggilan diloket kasiradministrasi, dengan banyaknya penunggu membuat seseorang menjadi bosan. Nah, untuk itu biasakan melakukan kegiatan, misalnya dengan bermurotal memakai hp, al-qur’an kecil, mendengarkan lagu-lagu rohani/musik islami, menulis ataupun bisa dengan membaca buku.

7. Memahami Perbedaan kesabaran dengan menunda pekerjaan
Hindari pemikiran sabar dengan penundaan, justru inilah yang akan menjebak perilaku dan sikap yang pada akhirnya menjadi malad untuk bergerak cepat. Hingga akhirnya justru terbengkalai dengan membiarkan sift malas menguasai pikiran. Kerjakan dan langsung lakukan, dan kesabaran menjadi pegangan untuk proses hasil akhirnya.

8. Berpikirlah “sakit dahulu, bersenang kemudian”
Pemikiran dengan beersakit-sakit dahulu bersenang-senang kemudian, bukan hanya suatu proyek kalimat tetapi sudah mestinya diterapkan dalam proses berjalan. Dengan berpikir bersakit-sakit dahulu, seseorang tidak akan melakukan kesenangan sesaat, ataupun menghamburkan apa yang baru didapat di tengah perjalanan, tetapi justru mengingat kembali target apa yang akan dijcapai di kemudian hari dengan berproses dan berusaha.

Diantara 8 di atas, apakah anda telah melakukan salah satunya? Semoga setelah membaca tulisan ini bisa melaksanakan kesemuanya hingga sukses menjadi istri yang sabar.




IKLAN
loading...
loading...